Sejarah tertulis Sheikh Abdul Qodir Al Jailani dari berbagai sumber

By : S.A.Mingin
0
By rellmi3 tulisan sejarah 



Siapa sajakah yang telah menulis sejarah ataupun kisah perjalanan hidup syekh Abdul Qodir Al Jaelani. Berikut adalah sejarah yang tertulis tentang kisah perjalanan hidup syekh Abdul Qodir Al Jaelani dari tahun ke tahun dan masa ke masa diantaranya adalah;
  1. Sering pula dieja dengan "Sumi" lihat kata pengantar edisi Inggris kitab sirr Al asror oleh syekh thosun Bayrak the secret of secrets. Terjemahan bahasa Indonesia oleh Joko S. Kahar, risalah Gusti, Surabaya 2002 halaman IX. Selanjutnya sumber ini disebut SA2.
  2. Ensiklopedia Islam Indonesia. ( Tim penulis IAIN syahidah ketua profesor doktor Harun Nasution). Jabatan, Jakarta 1992 halaman 24 sampai 25 selanjutnya sumber ini disebut E2.
  3. Dalam berbagai cerita populer disebutkan bahwa sebagian dari min Al Karim Al adah syekh Abdul Qodir Al Jailani adalah ibunya mengandung saat sudah berusia 60 tahun, yang secara alami yang seharusnya sudah tidak bisa mengandung, sehingga kelahirannya diterima sebagai berkah Tuhan.. ( lihat Jamil Ahmad, op. Cit. Halaman 107). Dan setelah lahirnya didasarkan pada cerita ibunya tentang adat kebiasaan Al Jailani syekh pada bulan Ramadan bayi syekh tidak mau menyusui ibunya sejak fajar hingga magrib, dalam artian ikut berpuasa. Lihat misalnya Al nur, Al Burhan jilid 2 halaman 21 sehingga kemudian dijadikan pedoman penetapan hilal oleh masyarakat setempat lihat pula kitab hadzihi lama min manaqib Amir Al Aulia wa, Imam Al ulama Alqhutb, Al Rabbani sayyidi Al syekh Abdul Qodir Al Jailani, terjemah Jawa oleh Al Karim Abdul Al Latif bin Abdul assalam bawiyani Toha putra. Semarang tertulis halaman 5 kitab ini merupakan adaptasi dari kitab manaqib berjudul Uqud  Al laali , salah satu kitab manaqib terpopuler di samping Al lujjain al dani.
  4. Nama ibu Saleh merupakan isim kinayah atau gelaran yang diberikan kepada ayah syekh Abdul Qodir yang terkenal dengan kesalehannya. Sementara itu, nama aslinya adalah musa, dan jangki dausat merupakan julukannya yang berupa lafal Al Jami. Ini bukan berarti bahwa dia adalah orang asing di badan. Lihat catatan bahwa garis Luthfi Al hakim dan Hanif Muslih bin Abdul Al Rahman. Al,Maraqy , Al nur Al Burhan Vi terjemahan al lujjain al Deni fi Dzikr Nubdzah min manaqib Al syekh Abdul Qodir Al Jailani. Toha putra Semarang tertulis jilid 2 halaman 14.
  5. Bandingkan dengan syekh Muhammad Al tadafi, Qalaa,id Al jawahir fi manaqib Al syekh Abdul Al Qadir halaman 3 lihat juga Amir Al najwar Al Tuhruq, Al Suhfiyat fi mishr  maktabah Al ajjlu Al misriyah , Kairo, tertulis halaman 106.
  6. Kedua silsilah tersebut sebagaimana tercantum dalam kitab sirr Al asyror, halaman 2 sampai 3. D diduga yang menulis kembali kitab ini adalah putra syekh Abdul Qodir Al Jailani, yakni syekh Abdul Al Aziz.
  7. Jika silsilah ini diteruskan akan sampai kepada nabi Ibrahim yakni Abi Tholib bin Abdul Al Muthalib bin Hasyim bin abdi Manaf bin Qusyaiy bin kilab Murrah PIN kaab bin lu aiyyi bin Khalib fahr bin Malik bin Nadhar bin kinanah bin khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhor binNazar bin Maad bin Adnan bin Abdi bin Hamiyasa bin Salaman bin Binta bin Sahail bin Jamal bin Haidar bin Ismail bin Ibrahim Al, Kahlil Alloh. Lihat ustad dokter Moh Syaifullah Al Aziz, terjemah manaqib atau bisa kehidupan syekh Abdul Qodir Al Jailani. dengan judul terbit terang Surabaya tertulis 2000 halaman.
  8. Shorter Encyclopedia of Islam. Op. Cit. Halaman 5.
  9. Al nur, Al Burhan, halaman 35-36. Disebutkan juga sebagai imam dan pemimpin mazhab Syafi'iyah dan hambaliyah. SA2 halaman XXII. Bandingkan SEI OP. CIt. Terdapat cerita yang amat populer tentang dua mazhab yang dipegang oleh syekh Abdul Qodir. Bahwa matahari syekh sejak kecil sampai tua adalah Syafi'iyah sehingga menjadi Mufti Syafi'iyah. Pada suatu malam syekh bermimpi bertemu dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya. Di situ terlihat Imam Hambali terdiri dengan bersedih hati, sambil mengusap-usap jenggotnya, memohon agar Rasulullah memerintahkan kepada syekh untuk ikut memelihara matrasnya titik kemudian, Rasulullah tersenyum sambil bersabda kepada syekh agar menerima permohonan Imam Hambali. Dan syekh pun menerima hal tersebut karena imtitsal terhadap perintah nabi. Kemudian, pagi harinya syekh datang di mushola Al hambaliyah ternyata di situ dalam keadaan kosong kecuali hanya satu orang Imam mushola tanpa makmum. setelah syekh terlihat berjamaah salat di mushola tersebut, para pengikutnya ikut serta termasuk orang-orang lain rumah sehingga tidak muat. Syekh mengimami salat subuh dengan memakai mazhab Hambali dan diteruskan berziarah ke makam sang imam. Saat itulah masih menurut cerita populer tersebut sang Imam turun dari kubur sambil membawa gamis, dan keduanya saling berpelukan, dan Imam Hambali mengemukakan bahwa segala macam ilmu syariat, ilmu tarekat dan ilmu Al hal menyatu pada diri syekh Abdul Qodir Al Jaelani. Itulah menurut versi tersebut awal syekh Intiqal pada mazhab Hambali titik cerita itu diambil dari kitab tafri Al khatir dan bajaj Al asror lihat keterangan terjemahan Al nur Al Burhan, halaman 34-36.
Mengenal hal ini di lingkungan kaum sufi terdapat dua untaian syair yang sangat terkenal karena saking terkenalnya kadang dinisbatkan sebagai hadits nabi yakni:
By rellmi3 manuskrip kuno


  • Bukanlah pemuda sejati yang berkata: lihatlah karya para leluhur kami!' "sesungguhnya pemuda sejati ialah yang berkata" inilah aku Dan inilah karyaku".
  • Betapapun tinggi kemuliaan nasab kami: "tidak sekali-kali kami akan bersandar kepadanya". Kami akan membangun seperti leluhur kami membangun dan berkarya seperti mereka telah berkarya titik lihat Muhammad Al baqir dalam pengantar tentang kaum alawiyin" dalam Sayyid Abdullah Hadad, thoriqoh menuju kebahagiaan, Mizan Bandung cetakan ke x 1998, halaman 68. Menurut berbagai informasi, keluarga atau trah kaum Alawi di Hadramaut dan Yaman kebanyakan adalah penyebar tarekat qodariyah. 
  • Bandingkan dengan Maulana Abdul Al Rahman Jami, nafahat Al Uns ( editor M. tauhiddipur). Teheran 1336 sampai 1957 halaman 5 sampai 9 lihat juga scaimel,op,Cit, halaman 247.
Seykh Thosun Bayrak mengutip pengakuan Al Jailani, bahwa sejak kecil beliau selalu disertai malaikat yang membimbing dan mengajarinya. Lihat SA2. halaman x.
Dalam cerita cerita mengenai kejujuran Al Jilani, disebutkan bahwa watak tersebut sebagai buah pendidikan orang tuanya sekaligus sebagai rasa tanggung jawab untuk berbakti kepada orang tuannya. Terutama adalah sang Ibunya.
Diceritakan bahwa ketika berangkat ke Baghdad guna menuntut ilmu, kafilah yang beliau ikut di dalamnya dihadang perampok, sedang beliau justru mengatakan tentang uang emas yang disimpan di kantong bajunya karena di pesan ibunya untuk jujur. Karena itulah perampok beserta rombongannya kemudian diinstal dan menjadi murid-murid Al Jailani. Lihat SA2. halaman XII sampai XIII.
Shorter Encyclopedia of Islam. Loc. Cit. Menurut beberapa riwayat hal ini dilakukan atas petunjuk nabi atau guru spiritual, nabi Khidir yang setiap tahun selama masa kekhalwatannya selalu mengunjunginya memberikan pendidikan dan membimbing sedang lamanya ia melakukan khalwat ada yang menyebutkan 3 dan 7 tahun. Lihat Xii sampai xiv.
GE. Von Grunebaumm,op, Cit, halaman 196.
Perguruan tinggi Nizhamiyah Baghdad merupakan universitas terpenting dan terbesar dibanding universitas Nizyahmiyyah di beberapa kota besar yang ada di seluruh wilayah kekuasaan dinasti saljuk. Lihat Anne Marie schimmel -2 halaman 39 universitas yang terkenal kedua adalah di Nasaphur  dengan rektornya juwayni.
Penolakan ini dimungkinkan karena perbedaan mazhab yang dianut titik Ahmad Al Ghazali menganut Mazhab Syafi'i asyi'ari yang menjadi mazhab pemerintah, sedang al-jailani bermazhab Hambali dan secara sufi menganut sistem hallaj yang dipadu dengan filsafat mu'tazilah titik sementara saat itu melihat kembali dan hallaj sedang dijadikan musuh oleh pemerintah.

Sekian dan terima kasih jika ada salah kata dalam penulisan artikel ini sekiranya mohon dimaafkan. Jika ada saran dan masukan silakan kirim melalui kolom komentar
Tetap gunakanlah kebijakan bahasa dalam berkomentar

Ikuti kami untuk menemukan kisah kisah menarik lainya di blog SANG MENTARI

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)