Maka dari itu sengaja di sini saya akan menuliskan sebuah artikel yang membahas tentang jawaban atas penderitaan yang dialami oleh manusia.
Kesedihan yang mendalam
Simak ayat berikut ini dengan seksama dan sebaiknya Anda pahami.
وَلَوْ رَحِمْنَاهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِنْ ضُرٍّ لَلَحُوْا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ * وَلَقَدْ أَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ .
Yang artinya: "andaikan Mereka kami belas kasihani dan kami lenyapkan kemudaratan yang mereka alami benar-benar mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam keterlaluan mereka. Dan sesungguhnya kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka dan juga tidak memohon kepadanya dengan merendahkan diri" Q.S. AL-Mu'minun ayat 75-76.
Nasihat Qolbi atau pencerahan
Inilah jawaban atas penderitaan yang kita alami. Tuhan sangat tahu apa dan bagaimana perilaku kita ketika dia memberi banyak kenikmatan. Ternyata boleh jadi jika kita dimanja sedemikian rupa olehnya kita malah keterlaluan atau berlarut dalam gelimang dosa, sehingga melupakan kewajiban-kewajiban yang harus kita penuhi.
Kita harus segera sadar jangan sampai seperti umat-umat sebelum kita yang walaupun diberi azab yang amat dahsyat di dunia ini, namun tidak juga kembali kepadanya ata memohon ampun (bertaubat). Tidak mau tunduk bersimpuh di hadapannya memohon ampunan atas dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan mereka. Sementara Tuhan dengan keluasan rahmatnya membuka pintu maaf selebar-lebarnya untuk para hamba-hambanya. Namun karena mereka tidak percaya akan kehidupan setelah kematian malah mereka bersikeras dengan kekafirannya, bahkan bangga dengan itu semua. Allah SWT berfirman, "hingga apabila kami bukakan untuk mereka suatu pintu yang ada hajat yang amat sangat di waktu itulah tiba-tiba mereka menjadi putus asa".Q.S.AL-Mu'minun.ayat 77.
Ayat yang ke dua
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Yang artinya: "tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu". Q.S.AT,Taghabun ayat 11.
Berlarut dalam kesedihan dan dosa
Nasehat Qolbi atau pencerahan
Mungkin anda suatu ketika pernah menggerutu dalam hati mengapa musibah ini datangnya bertubi-tubi. Habis satu musibah disusul lagi musibah yang lain sehingga anda pernah berpikir akan mengakhiri hidup anda dengan cara-cara yang tidak kesatria, bunuh diri misalnya. Keputusan anda itu menunjukkan bahwa betapa bodohnya anda. Betapa pengecutnya anda padahal musibah apapun yang menimpa anda sebenarnya Allah sudah mempersiapkan celah-celah keberhasilan. Namun karena anda hanya larut dalam kesulitan-kesulitan itu dan bahkan setiap saat anda hanya mendesah dan menggerutu saja. Maka celah-celah keberhasilan dan kebahagiaan yang sedang dipersiapkan oleh Allah itupun tidak Anda Rai. Karena itu seperti dianjurkan oleh said Nursi, jangan pernah menyerah dan. Justru lontarkan senyuman kita kepada musibah. Said Nursi lebih lanjut menasehati kita:
- Dari keluhan muncul musibah, wahai fakir hindarilah ia dan tawakal ah
- Jika kau arahkan munajatmu kepada Tuhan pasti engkau dapat sebab segala sesuatu adalah pemberiannya segala sesuatu adalah kesucian
- Tanpa Allah di dunia ini engkau akan tersesat dan cemas Apakah engkau akan mengeluhkan biji pasir yang kecil kepada dzat yang di atas atau dzat yang agung panggungnya dia pikul semua gunung.?
- Keluhan itu hanyalah musibah di atas musibah dosa di atas dosa dan derita jika kau tersenyum di hadapan musibah musibah itu pun menjadi layu dan larut di bawah Mentari kebenaran menjadi butiran-butiran es.
- Ketika itulah duniamu tersenyum senyum yang tampak menyiratkan keyakinan senyum yang lahir dengan pancaran keyakinan senyum yang muncul dengan rahasia keyakinan.
Untuk itu ketika musibah datang di depan Anda segeralah kembali kepada Allah. Dan benahi iman kepadanya mungkin selama ini kita butuh dia manakala kita dalam kesempitan. Nah sekarang dia beri musibah untuk menyapa anda karena dia sayang kepada anda dia menginginkan Anda seperti nabi Ayub yang walaupun ditimpa berbagai macam penderitaan sedikitpun beliau tidak pernah mengeluh. Bahkan dengan mantap beliau berkata:
"Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan engkau adalah Tuhan yang maha penyayang diantara semua penyayang".Q.S. AL,Anbiya'.Halaman 21ayat 83.
Bagaimana menurut anda dengan jawaban ini Apakah jawaban ini sesuai dengan harapan anda atas musibah yang anda alami, kalau menurut saya di sini sudah sangat jelas bahwa musibah yang menimpa kepada diri seseorang adalah sebuah bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya karena Allah tidak ingin hambanya berlarut dan bergelimang dosa artinya Allah tidak ingin kita mendapatkan azab atau siksaan yang lebih berat lagi.
Sang Mentari
Sekian dan terima kasih semoga bermanfaat untuk kita semua jika anda punya kritik saran dan masukan silahkan kirim melalui kolom komentar. Dan tetap gunakanlah kebijakan bahasa dalam berkomentar.
Ikuti kami untuk mendapatkan informasi atau artikel menarik dan terbaru dari kami.



Posting Komentar
0Komentar