 |
| By rellmi3 perguruan tinggi Baghdad |
Simak artikel berikut ini untuk lebih mengetahui tentang apa yang membuat seykh Abdul Qodir Al Jailani di tolak di perguruan tinggi Nizhamiyah tersebut. Dan ada hikmah apa di balik penolakan tersebut tentu kisah ini sangatlah menarik karena ini adalah kisah nyata yang di alami oleh seorang waliyullah terkemuka tidak lain dan tidak buka beliau adalah seorang seykh Abdul Qodir Al Jailani. Apakah kalian sudah mengetahui tentang kisah ini. Jika sudah maka tetaplah membaca untuk lebih memperdalam pengetahuan tentang kisah ini...
Perguruan tinggi Nizhamiyah adalah salah satu perguruan tinggi terbesar di kota Baghdad pada waktu itu. Lalu apa yang membuat seykh Abdul Qodir Al Jailani di tolak di perguruan Nizhamiyah. Ada beberapa sang penulis sejarah terkenal tentang seykh Abdul Qodir Al Jailani. Mengatakan.
- Penolakan ini dimungkinkan karena perbedaan mazhab yang dianut oleh Ahmad Al Ghazali Menganut madzhab Syafi'i Asyi'ari yang yang menjadi madzhab Pemerintah, sedang Al Jailani bermazhab Hambali, dan secara sufi menganut sistem Al, Hallaj yang dipadu dengan filsafat mu'tazilah. Sementara saat itu madzhab Hambali dan Hallaj sedang dijadikan musuh oleh pemerintah pada waktu itu.
- Trimingham the sufi orders in Islam. Halaman 41 sampai 42
- SEI , OP, CIT, Halaman 5.
- Ibd.
- Jamil Ahmad, op, Cit halaman 107.
Prestasi ini tercatat antara lain dalam G.E. Van Grunebaumm op, Cit, halaman 196 dan 209. Memang oleh para sejarawan dan pengkaji tasawuf disebutkan bahwa salah satu keberhasilan terbesar Al Jailani adalah memadukan syariat dan tarekat secara aplikatif bagi kalangan masyarakat atau jawab khususnya. Dan ini adalah sebagai hasil kombinasi jalan Tengah antara spiritualisme ekstrim Al hallaj dan rasionalisme mu'tazilah, yang pada saat-saat itu sedang berada dalam jurang perpecahan dan bermusuhan yang parah. Lihat Jamil Ahmad op, Cit, halaman 108. Sekitar sabuknya adalah pada al-halaj sementara tentang tauhid antrophomoropisnya pada mu,tazam .
- Lihat Ibid halaman 196.
- R.A Gunadi dan M solih edisi khanzanah Orang Besar Islam Republikka ,Jakarta 2002. Halaman 79.
 |
| By rellmi3 spiritual |
Jamil Ahmad memberikan komentar bahwa Imam Al Ghazali setelah mengalami transformasi spiritual, mencoba melaraskan ajaran dan spiritualisme Islam. Namun, karena lebih sebagai seorang ilmuwan daripada pemikir kerohanian maka ia terbatas pada ajaran dan aturan, bukan penerapan spiritualisme. Lihat Jamil Ahmad op, Cit,halaman 108.
Oleh karena itu Julian Baldick menyebut al-jilani sebagai seorang sufi yang selalu menghindari teoretisasi yang abstrak. Lihat Julian Baldick op,Cit, halaman 100.
Lihat dalam buku sejarah Ibid halaman 42. Schimmel,op, Cit, halaman 247, Grunebaumm op, Cit, SA2, halaman xix.
Shorter Encyclopedia of Islam,loc,Cit, Dugaan ini tidak sepenuhnya benar. Sebab Al Jailani ternyata berkeluarga setelah ia tampil di muka umum, sebagai jalan tengah moderasi kesufiannya.
Seperti buku ataupun kitab-kitab yang telah beredar buku tersebut adalah sebagai upaya untuk mengungkap ajaran-ajaran spiritual syekh Abdul Qodir Al Jailani secara konferensi titik hal ini penulis melakukan agar masyarakat tidak hanya terjebak dengan berbagai kitab manaqib dalam mengapresiasi tokoh besar ini beserta ajarannya. Karena seseorang tokoh besar sebaiknya memang diakui dihormati dicontoh dan tentu saja diserap keberkahannya Dalam makna luas tidak semata karena kebesarannya justru alasan yang berbeda dibalik kebesarannya yaitu hal-hal yang menjadikannya besar baik dihadapan manusia maupun Allah, inilah yang perlu kita ketahui.
Posting Komentar
0Komentar