Bulan yang dimaksud di sini adalah bulan dalam satu tahun seperti Syawal Dzulhijjah dan sebagainya.
Syekh Abu Qosim mengisahkan bahwa suatu ketika syekh Abu bakar syekh Abu Khoir, syekh Ibnu Mahfudz, syekh Abu hafidz Umar, syekh Abu Ahmad imkani, syekh Abdul Wahab, dan ia sendiri sedang bersama Al ghaust Al Azham. Saat itu hari Jumat tanggal 30 Jumadil akhir 560 Hijriyah. Syekh Qosim radhiyallahu anhu memisahkan pada saat itu seorang pemuda tampan mendatangi majelis sang wali agung. Dia duduk dengan takzim dan berkata wahai wali Allah! Semoga keselamatan terlimpahkan atas anda. Saya adalah bulan Rajab dan saya datang kepada anda untuk memberi kabar gembira bahwa ini adalah bulan yang baik bagi manusia. Mereka semestinya melakukan banyak amal kebijakan pada bulan ini. "Syekh kosem mengisahkan pada suatu kesempatan lain seorang pemuda tampan lain mendatangi darbar alkhaust Al Azham dan dengan penuh hormat berkata, "saya adalah bulan sya'ban".Saya tidak membawa kabar gembira, namun datang untuk memberitahu kepada anda bahwa pada bulan ini penduduk Arab akan mengalami kesulian.
Akan terjadi perang di khurasan dan akan timbul wabah penyakit di Irak yang akan mengakibatkan banyak orang meninggal. Syekh Qosim menyatakan bahwa setelah lewat beberapa hari, datang kabar ke Baghdad mengenai kejadian di Arab serta khurasan dan syekh Qosim menyatakan pula bahwa pada masa itu berjangkit penyakit ataupun wabah di Irak yang menewaskan banyak orang.
Melihat Al,Lauh Al, Mahfuzh
Tertulis dalam sebuah riwayat bahwa syekh Abdul hafidz menyatakan; "Sayyid syekh Abdul Qodir Al Jailani radhiyallahu anhu bisa melayang di udara dan berkata; matahari tidak pernah terbit tanpa mengucap salam kepadaku. Demi kemuliaan dan murka Allah aku melihat semua manusia, yang baik maupun yang jahat. Mataku tertuju pada Al, Lauh, Al Mahfuzh. Berkali-kali aku mau menyelam dalam samudra ilmu dan kebijaksanaan yang dianugerahkan oleh Allah dan akulah nishan Allah kepada manusia, dan utusan khusus kakekku, nabiyullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dan akulah Khalifah beliau di bumi.
Kuasa Atas Jin
Syekh Abu futub Muhammad bin Abu ash Yusuf tim Ismail bin Ahmad Ali karsi at, Tamimi Al Bakari Al Baghdadi meriwayatkan bahwa suatu ketika syekh Abu said Abdullah bin Ahmad bin Ali bin Muhammad Al Baghdadi Al az ja'i datang kepada syekh Abdul Qodir Al Jailani radhiyallahu anhu. Dia mengatakan bahwa putrinya yang berusia 16 tahun, Fatimah, yang sangat cantik kemarin naik ke lantai atas rumahnya dan dia tiba-tiba lenyap dari sana. Ketika syekh Abdul Qodir Al Jaelani mendengar hal ini ia menghiburnya dan mengatakan kepadanya agar tidak perlu khawatir.
Sang wali agung kemudian memerintahkan dia untuk pergi ke sebuah hutan pada malam hari. Syekh Abdul Qodir Al Jaelani menyatakan bahwa di dalam hutan Dia akan melihat banyak gundukan pasir. Dia harus duduk di gundukan keenam yang dilewatinya. Syekh Abdul Qodir Al Jaelani kemudian mengatakan kepadanya bahwa dia harus menggambar lingkaran di sekeliling dirinya sambil berkata, "bismillah dan kemudian berkata Abdul Qodir".
Sang wali agung kemudian berkata; menjelang sepertiga malam terakhir kau akan melihat sepasukan jin berlalu. Mereka tampak sangat mengerikan dan ganas, tetapi engkau tak perlu takut engkau harus tetap duduk dan menunggu. Tepat pada saat cahaya matahari pertama tampak raja jin yang paling berkuasa akan lewat. Dia akan menghampirimu dan menanyakan masalahmu. Jelaskan kepadanya masalahmu katakan bahwa syekh Abdul Qodir Al Jailani yang mengutusmu. Beritahukan dia mengenai putrimu yang hilang itu"
Syekh Muhammad Al Baghdadi berkata; aku melaksanakan apa yang al,ghauts al-ahzam, syekh Abdul Qodir Al Jaelani perintahkan. Aku duduk di atas gundukan pasir, menggambar lingkaran di sekeliling diriku, dan menunggu setelah beberapa waktu aku melihat sepasukan jin dalam rupa mengerikan melintas. Mereka sangat marah melihat aku duduk di jalan mereka, tetapi mereka berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun, karena mereka tidak berani memasuki lingkaran itu. Pada waktu fajar sang raja jin melintas dan menanyakan permasalahanku. Ketika aku mengatakan bahwa yang mengutusku adalah syekh Abdul Qodir Al Jaelani Dia turun dari kudanya dan berdiri dengan penuh hormat, mendengarkan perkataanku. Dia kemudian mengutus para jin untuk mencari jin yang telah menculik putriku. Akhirnya putriku kembali dan si jin jahat itu dihukum."




Posting Komentar
0Komentar