Kisah sang pencuri menjadi wali abdal atau wali tingkat tinggi
Suatu ketika seorang pencuri memasuki rumah syekh Abdul Qodir Al Jaelani begitu memasuki rumah dia menjadi buta dan sama sekali tidak bisa melihat. Dia tidak bisa menemukan jalan keluar dan hanya duduk di sebuah sudut rumah. Pada keesokan harinya, Dia ditangkap dan dibawa menghadap syekh Abdul Qodir Al Jailani ketika Al ghoust Al Azham, melihat dia diusaplah makasih pencuri. Seketika itu juga penglihatan si pencuri boleh kembali, syekh Abdul Qodir Al Jaelani kemudian berkata" dia datang untuk mencuri harta dunia ma akan ku beri dia berkah berupa kekayaan yang akan selalu bersamanya" sambil berkata demikian, syekh Abdul Qodir Al Jaelani menghujamkan pandangan beliau kepada si pencuri dan menaikkan statusnya menuju tingkat walayah atau kualian. Pada saat itu salah seorang abdal meninggal dunia, syekh Abdul Qodir Al Jaelani mengirim si pencuri yang sudah menjadi wali untuk menggantikan Afdhal yang meninggal dunia itu.
Memindahkan orang ke tempat yang jauh
Suatu kali saat syekh Abdul Qodir Al Jailani sedang memberi ceramah seorang yang bernama Abdul muali ikut menghadiri pengajian beliau. Dia duduk tepat di depan sang wali agung di tengah pengajian Abu muali merasa ingin buang air. Dia coba sekuat mungkin untuk menahannya, karena merupakan tindakan yang tidak menghormati al-Ghaust,Al ahzam. Bila pergi di tengah pengajian beliau. Dia berusaha sekuat mungkin namun ketika tidak sanggup lagi menahannya dia akhirnya memutuskan untuk pergi. Saat dia hendak berdiri dilihatnya sang ghoust agung melangkah turun dari anak tangga pertama mimbar ke anak tangga kedua. Meskipun demikian abu muali juga melihat sosok sang wali agung masih ada di atas mimbar. Syekh Abdul Qodir Al Jailani mendatangi dan melemparkan selendang beliau kepadanya. Seketika itu abu muali melihat dirinya sudah tidak ada di majelis, namun di sebuah lembah dengan tanam-tanaman yang indah. Ditambah lagi terdapat air terjun yang mengalir di. Dia segera melakukan hajatnya, berwudhu kemudian salat dua rakaat.
Setelah dia selesai salat syekh Abdul Qodir Al Jaelani menarik kembali selendangnya. Dengan penuh ketajaban Abu muali melihat dirinya masih berada di majelis sang wali agung dan bahkan dia tidak ketinggalan satu patah kata pun ceramah beliau. Belakangan Abu muali menyadari bahwa dia kehilangan seperangkat kunci. Kemudian Dia teringat bahwa ketika syekh Abdul Qodir Al Jaelani memindahkannya ke lembah itu dia menggantungkan kunci tersebut di sebuah cabang pohon di dekatnya. Abu Mualim menyatakan bahwa beberapa waktu setelah kejadian tersebut dia berkesempatan ikut dalam sebuah rombongan dagang.pada perjalanan itu abu muali tiba di sebuah lembah dan beristirahat. Dia kemudian menyadari bahwa lemah tersebut adalah tempat syekh Abdul Qodir Al Jaelani memindahkan dirinya pada pengajian sebelumnya.
Perjalanan kafilah itu harus menempuh waktu 14 hari untuk mencapai lembah tersebut. Ini menunjukkan bahwa Al Jilani tidak hanya memindahkan Abu muali secara rohani namun juga secara jasmani.
Sekian dan terima kasih semoga memberikan manfaat untuk kita semua dan menjadikan bertambahnya keimanan kita kepada beliau syekh Abdul Qodir Al Jaelani dan semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan barokah dari beliau. Baik di dunia maupun di akhirat.
Jika anda memiliki kritik saran dan masukan silakan kirim melalui kolom komentar dan tetap gunakanlah kebijakan bahasa dalam berkomentar.
Ikuti kami untuk mendapatkan informasi mengenai hukum dan sejarah dan artikel menarik lainnya




Posting Komentar
0Komentar