Maka dari itu sebaiknya simak artikel sebagai berikut. Karena di sini saya akan menuliskan sebuah artikel yang mungkin sangat berguna dan bermanfaat untuk kita semua sebagai pengobat hati atau nasehat Qolbi yang pertama adalah;
Kehancuran bumi atau bencana alam
Simak ayat sebagai berikut
وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ
لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Yang artinya; "sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat di dunia sebelum azan yang lebih besar di akhirat mudah-mudahan mereka kembali ke jalan yang benar", Q.S.Al Sajdah
Nasihat Qolbi:
Sadarlah kita bahwa siksa Allah itu kapanpun bisa, tanpa diduga-duga sebelumnya. Atau sekalipun dengan dukungan teknologi paling canggih kita dapat meramalkan suatu bencana yang akan datang. Namun tetap saja, bencana itu tidak bisa dielakkan. Bangunan-bangunan rumah gedung-gedung dan fasilitas-fasilitas super canggih lainnya tetap saja tidak berkutik apa-apa ketika topan tornado memporak-porandakan negara-negara bagian salah satu contoh yang pernah terjadi di Amerika Serikat.
Dan yang paling dahsyat lagi adalah gempa bumi yang dahsyat berskala 8,9 skala Richter dan kemudian disusul gelombang tsunami selama kurang lebih 20 menit pada hari Minggu, 26 Desember 2004 jam 09.00 sampai jam 09.20 di Nanggroe Aceh Darussalam, telah meluluh melangkahkan provinsi dengan memakan korban jiwa 100.000 lebih. Daerah pantai terutama Meulaboh rata dengan tanah akibat disapu belum gelombang tsunami tersebut. Sehingga banyak tokoh dunia seperti sekjen perserikatan bangsa-bangsa atau PBB Kofi Annan dengan sangat terkejut tidak sanggup menggambarkan peristiwa di Aceh itu. Katanya;
"Unbelievable. Sulit dipercaya bahwa kerusakan demikian besar dan dahsyatnya. Dari atas helikopter dari Banda Aceh ke Meulaboh sepanjang lebih kurang 200 km, Saya melihat kerusakan yang begitu dahsyat. Sepanjang pantai saya lihat semua dataran rendah tersapu oleh gelombang tsunami. Saya bisa membayangkan jumlah korban yang terjadi saya bayangkan bagaimana orang-orang tiba-tiba kehilangan masa depannya, kehilangan harapannya. Saya tadi sempat mendarat di Meulaboh dan berjalan menuju kota. Saya sempat bertemu dengan beberapa korban yang selamat. Saya bisa mendengarkan penderitaan mereka keinginan mereka untuk bisa melanjutkan hidup ini. Saya kagum dengan daya tahan dan sikap pantang menyerah dari para korban. Saya kira dari pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia adalah untuk membuat bagaimana masa depan mereka itu tetap ada. Memberikan tempat yang layak bagi mereka untuk melanjutkan hidup. Sekarang ini saya melihat mereka tercerabut dari tempat asalnya".
Hal senada dikemukakan oleh perdana menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, ketika mengunjungi Banda Aceh dan Meulaboh. "Saya tidak bisa membayangkannya Saya sudah melihat kerusakan pada perang dunia ke-2, tetapi anda tahu saya tidak bisa membayangkan bencana seperti ini".
Mengapa semua ini bisa terjadi.? Tidak lain sebagai warning atau peringatan bagi manusia. Karena Allah melalui berbagai peristiwa itu menghendaki keinsafan kita sebagai hambanya. Diam menggugah hati nurani kita agar sadar dan kembali kepadanya. Mengingat siksa yang lebih besar lagi akan segera menyusul. Siksaan yang digambarkan sangat gamblang oleh Allah SWT. Maka dari itu sebaiknya Kita renungkan dengan adanya kejadian ini jangan sampai kita menyesal di kemudian hari seperti yang tertulis di dalam ayat sebagai berikut:
وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوا رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُوْنَ
Yang artinya; "Dan alangkah ngerinya jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, mereka berkata; ya Tuhan kami kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia kami akan mengerjakan amal saleh sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin". Q.S.AL, Sajdah.
Mengharap ampunan sang pencipta Allah SWT
Nasehat Qolbi :
Berkenan dengan penderitaan di dunia ini, profesor doktor Hamka mengingatkan:
"Maka kalau orang mendapat berbagai penderitaan hidup di dunia ini, betapapun besarnya masih kecil penderitaan itu jika dibandingkan dengan penderitaan karena azab yang lebih besar di akhirat ingatlah betapa orang-orang yang durhaka menegur kan kepala di sisi Tuhan memohon dikirimkan kembali ke dunia, karena dia ingin hendak memperbaiki kesalahannya dan hidup lebih baik, namun tidaklah dapat dikabulkan. Sebab cara yang demikian di luar dari undang-undang alam yang telah ditentukan oleh Tuhan Allah SWT. Oleh sebab itu maka orang-orang yang arif dan bijaksana dapatlah mengambil i'tibar dari penderitaan hidup, lalu lekas kembali kepada jalan yang benar sementara nafas masih ada".
Maka dari itu marilah kita memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT semoga kita senantiasa dijadikan sebagai hambanya yang tunduk dan patuh beriman kepada Allah SWT. Dan kembali ke jalan yang benar sesuai petunjuk Alquran dan semoga kita bisa menjalani dengan kekuatan iman dan Islam dan terselamatkan dunia dan akhirat.
Sang Mentari
Sekian dari saya terima kasih atas kunjungan anda semoga ini bermanfaat untuk kita semua. Jika anda punya kritik saran dan masukan silakan kirim melalui kolom komentar. Tetap gunakanlah kebijakan bahasa dalam berkomentar.
Ikuti kami untuk mendapatkan informasi menarik dan terbaru dari kami.



Posting Komentar
0Komentar