Dokumentasi tulisan wasiat syekh Abdul Qodir Al Jaelani

By : S.A.Mingin
0
Properti of By rellmi3 


 Karya tulis al-jilani sebenarnya tidaklah ditulis oleh Al Jailani sendiri. Umumnya kitab-kitab tersebut ditulis oleh anak buah atau murid-muridnya berdasarkan apa yang ia sampaikan dalam berbagai khotbahnya, atau diskusi dan forum-forum sejenis selanjutnya tulisan tersebut dinisbatkan kepadanya kumpulan karyanya seperti kitab Nahj. AL, Balaghah Imam Ali bin Abi Thalib RA. Merupakan dokumentasi ceramah atau tulisan wasiat beliau dan sebagainya.

Sebagai seorang orator yang tiada bandingnya pada saat itu, karya-karya Al Jilani mencakup seluruh bidang kajian keagamaan. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti berapa jumlah seluruh karya Al Jaelani yang sering bertindak sebagai editor dari pidato-pidatonya selain anak-anaknya sendiri atau terutama Abdul Al Wahab Abdul Al Rozak dan Abdul Al Aziz. Itu adalah murid-murid syekh seperti Abdullah bin Muhammad Al Baghdadi Abdul Al Muhsin Al basyari dan Abdullah bin nashr Al siddiqi yang disebut sebagai Anwar Al Nasir dikutip dalam bahjat Al asror halaman 109.

Sayangnya karya-karya yang sangat bernilai tersebut belum bisa diperoleh berikut kupasan karya-karya Al Jaelani.


  • Karya-karya Al Jailani yang paling masyhur adalah al-ghunya li thalibi toriqi Al Haq atau suvition provission for shakers of the path of truth , atau kecukupan bagi pencari-pencari kebenaran, salah satu edisinya terbit di Mesir pada tahun 1288.
  • Karya tersebut merupakan risalah yang berisi khotbah al-jailani mengenai ibadah dan akhlak cerita-cerita tentang etika serta keterangan mengenai 73 aliran Islam yang terbagi dalam 10 bagian. Inti Al Guhnyah Li thalibi toriqi Al Haq adalah pendidikan untuk menjadi muslim yang baik.
  • Tersebut memberikan penjelasan konferensif tentang Arkan Al Imam Arkan Al Islam dan ihsan titik kitab tersebut juga memberikan penjelasan fiqihyyah dalam kerangka mazhab Hambali dengan penekanan khusus pada salat.
  • Kitab ini penting bagi para mubaligh dan aktivis Amar ma'ruf nahi mungkar titik karya inilah yang dikenal sebagai fiqih tasawuf yang mencerahkan. Kelebihan al Guhnyah Li thalibi toriqi Al Haq adalah keterangannya yang ringkas tetapi menyeluruh dan mudah dipahami oleh orang awam sekalipun namun tetap tidak kehilangan bobot ilmiah dan intelektualitasnya.
Di samping Al Guhnyah , berikut ini adalah karya-karya Al Jailani yang sangat terkenal dan sampai kepada kita hingga saat ini.
Properti of By rellmi3 


  1. Al fath Al Rabbani ( The Emdowment of Divine Grace, atau penyingkap rahasia ilahi) berisi 72 khotbah yang disampaikan pada tahun 545 sampai 546 Hijriyah atau 1150 sampai 1152 Masehi. Diduga kitab ini diedit oleh putranya syekh Abdul Al Aziz titik terbit beserta lampirannya di Kairo pada tahun 1302 Hijriyah. Pesan utama kitab tersebut adalah ajakan untuk meningkatkan diri pada ketinggian spiritual dan mengajak pembaca membantu ikan seluruh hidup dalam penghambaan kepada Allah rumah semata-mata untuk mendapat ridhonya dan qurb atau berdekatan dengannya tanpa mengharapkan ganjaran apapun di akhirat nanti.
  2. Futuh Al Ghaib ( Revelation of the Unseen, atau penyingkap keghoiban. Berisi 78 buah khutbah mengenai berbagai subjek keagamaan dan mengenai berbagai subjek dikumpulkan oleh anaknya syekh Abdul Al Rasyid kitab ini berisi antara lain ajaran-ajaran Al Jailani seputar akhlak atau tasawuf Amali, disertai dengan silsilahnya serta hubungan aljalani dengan Abu bakar dan Umar. Juga terdapat penjelasan mengenai keimanan dan berbagai sajak.
  3. Sirr al-Astar fi ma Yahtaju Ilayhi al-Arbar (The Secret of Secrets, atau Rahasia Terdalam dari Segala Rahasia dalam Menjelaskan Apa yang Diperlukan oleh Ahli Kebajikan). Di dalamnya dibahas secara menyeluruh tentang syariat, tarekat, dan hakikat. Kitab tersebut berisi satu mukadimah beserta 24 pasal, baik teologi-kalam, fikih-syariat, maupun tasawuf (tarekat, hakikat, dan makrifat).
  4. Al-Mawahib al-Rahmaniyya wa al-Futuh al-Rabba- niyya fi Maratib al-Akhlaq al-Sawiya wa al-Maqamat al-Irfaniyyat (disebutkan dalam kitab Raudlat al- Jannah, halaman 441. Kitab ini identik dengan al Fath al-Rabbani dan Fath al-Ghayb).
  5. Djala al-Khatir (Purification of the Mind, atau Penyucian Pikiran, disebutkan oleh Haji Khalifa), berupa kumpulan 45 khotbah yang diperkirakan disampaikan setelah 546 H. Boleh jadi karya ini memiliki aneka judul lain yang isinya sama.
  6. Yawakit al-Hikam (disebutkan oleh Haji Khalifa).
  7. Malfudzat-i Jalali (Talks and Sayings, atau Kumpulan Percakapan dan Ujaran) disebutkan oleh Syuhrawardi dalam Awarif al-Ma'arif
  8. Syarh-i-Ghautsiya va Ghayra (disebutkan oleh Syuhrawardi dalam Awarif al-Ma'arif)
  9. Khamsata Asyara Maktuban. Ditulis dalam bahasa Persia dan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh 'Ali bin Husam al-Din al-Muttaqi (w. 977 H/1569 M).
  10. Al-Fuyudhat al-Rabbaniyah (Emanations of Lordly Grace, atau Pancaran Rahmat Ilahi). Naskah yang berisi nasihat-nasihat al-Jilani kepada putranya Syekh 'Abd al-Razak, yang di-tahqiq oleh al-Hajj Ismail bin al-Sayyid Muhammad Said al-Qadiri.
  11. Pidato-pidato dan wejangan-wejangan yang di- himpun dalam kitab Bahjat al-Asrar karya Syekh Abu al-Hasan Ali al-Syattanauwfi (w. 713 H/1314 M), serta berbagai kitab manaqib.

Selain karya-karya tersebut, al-Jilani juga meninggal kan beberapa kitab yang berisi kumpulan zikir dan wirid. yaitu sebagai berikut.



Properti of By rellmi3 
  1. Al-Fuyudhat al-Rabbaniyyah fi al-Aurad al-Qadariyyah koleksi mengenai sembahyang dan praktik ritual (salah satu edisinya terbit di Kairo, 1303 H).
  2. Hizb Bashair al-Khayrat, berisi doa-doa dan penjelasan masalah shalat, syariat, dan tarekat (salah satu edisinya terbit di Alexandria, 1304 H).
Melihat karya-karya yang dihasilkannya, tidak di- ragukan lagi bahwa al-Jilani adalah seorang teolog (ahli kalam), mujtahid dalam fikih, dan orator yang ulung, di samping seorang sufi yang saleh, tulus hati, dan fasih dalam berbicara.
Di antara berbagai kitabnya tersebut, yang paling banyak dikaji dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia adalah al-Fath al-Rabbany dan Futuh al-Ghaib. Sementara itu, kitab Sir al-Asrar kurang mendapat perhatian. Padahal, kitab Sirr al-Asrar justru sebenarrıya merupakan karya puncak Syekh Abdul Qadir al-Jilani, sebab karya inilah yang merupakan karya utuh beliau. Sementara itu, kitab-kitab yang lain umumnya merupakan kumpulan khotbah-khotbahnya yang kemudian disunting dan dibukukan. Karya utuh al-Jilani yang lain (namun juga berasal dari pengajaran berseri Syekh kepada murid- muridnya di ribath) adalah kitab al-Ghunyah. Hariya saja, yang sering dijadikan bahan pengajaran utama dan bersifat umum, seperti dilaksanakan di ribath Qadariyyah-Naqsyabandiyyah Jabal Qubais, Mekkah adalah kitab al-Ghunyah dan Sırr al-Asrar
Kitab Sirr al-Asrar merupakan pedoman ringkas esensi tasawuf. Karya ini dipandang sebagai karya yang paling jelas dalam menjabarkan istilah-istilah esensi tasawuf.

Apa yang anda pikirkan tentang hal ini apakah semua bisa di terima menurut pendapat anda atau ada penafsiran lain tentang hal ini.

Jika anda memiliki saran atau masukan silakan ketik melalui kolom komentar.

Wajib..! Tetap gunakanlah kebijakan bahasa dalam berkomentar 





Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)