Apa yang di maksud dengan karomah dan Siapa pemiliknya

By : S.A.Mingin
0

Apa yang di maksud dengan karomah dan siapakah yang memilki karomah tersebut biasanya karomah adalah sebuah kelebihan yang dimiliki oleh para waliyullah sebuah kemampuan yang di luar nalar atau jauh dari pemikiran manusia biasa , karena hal tersebut tidak semua orang bisa memilikinya kecuali para waliyullah dan itupun ada beberapa tingkatan,  lalu siapakah pemilik karomah tertinggi, simak artikel sebagai berikut agar tidak gagal paham dalam mengartikan hal ini


Di kisahkan oleh Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad, (1044-1132 H) saat menjelaskan masalah tawakkul (yakin dan bersandar pada Allah) dalam masterpiece spiritualnya, Risalah al-Muawanah (The Book of Assistance), menerangkan tanda-tanda tawakal dan memperkuat keterangannya dengan mengambil contoh Syekh Abdul Qadir al-Jilani yang ia sebut dengan "sayyid  (tuan saya).

Mereka yang tawakalnya tulus memiliki tiga tanda. Pertama, dia tidak berharap ataupun takut kepada selain Allah. Tanda την tampak apabila dia memegang kebenaran di hadapan orang-orang yang biasanya menjadi tempat harapan atau ditakuti manusia, seperti para raja dan penguasa. Kedua, kekhawatiran akan kebutuhan tidak pernah memasuki hatinya karena dia meyakini jaminan Tuhan, Hal ini membuat hatinya tenang, baik saat membutuhkan maupun saat kebutuhannya terpenuhi, atau bahkan lebih lagi. Ketiga, hatinya tidak terguncang saat berada dalam situasi yang mencemaskan karena dia tahu bahwa apa pun yang tidak, di takdirkan  menimpanya tidak akan terjadi dan apapun yang di takdirkan atas dirinya tidak dapat dihindari Sebuah contoh berkenaan dengan hal ini adalah kisah sayyid Abdul Qodir Al Jailani semoga Allah memperluas manfaat beliau. Suatu kali beliau sedang memberi pengajian atau mengisi pengajian mengenai takdir, ketika seekor ular berbisa yang besar jatuh ke atas tubuh beliau sehingga jamaah beliau. Ular berbisa itu membelit leher syekh, kemudian menelusup ke dalam salah satu lengan baju beliau dan keluar dari lengan baju lainnya dan beliau tetap bergeming dan tidak menghiraukannya dan sama sekali tidak menghentikan ceramah beliau".

Kejadian yang menimpa Syekh Abdul Qadir al-Jilani tersebut sangat menakjubkan dan mengingatkan kita pada ayat-ayat Al-Qur'an tentang aulia Allah: "Camkanlah, sesungguhnya wali-wali Allah tidak merasa takut dan tidak pula berduka. Mereka adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi mereka berita gembira dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan sedikit pun dalam janji-janji Allah, Itulah keberuntungan yang sangat besar." (QS. 10: 62-64)

    Dikisahkan dalam berbagai biografi Syekh Abdul Qadir al-Jilani,



 suatu kali la melihat sinar terang yang memenuhi angkasa. Kemudian, tampak sebuah sosok yang mengatakan bahwa dia adalah tuhan dan dia telah menetapkan bahwa segala sesuatu yang diharamkan dalam Islam telah halal bagi Syekh Abdul Qadir al-Jilani. Namun demikian ia mengenalinya sebagai setan dan menyuruhnya pergi. Kemudian langit berubah kembali menjadi gelap dan sosok manusia itu lenyap menjadi asap titik kemudian syekh Abdul Qodir Al Jailani mendengar sebuah suara gaib yang mengatakan bahwa pemilik suara tersebut telah menyesatkan 7 0 ulama sufi dengan cara ini. Namun ilmu dan kesalehan telah menyelamatkannya sayang syekh menjawab bahwa kasih Allah lah yang telah menyelamatkannya, tipu daya setan tidak pernah mampu membuat syekh Abdul Qodir Al Jailani meninggalkan syariat.

Profesor shetha aldargazeli dan doktor louay fatoohi  menerangkan dalam kata pengantar mereka atas terjemahan jala' Al khathir yaitu bagaimana syekh Abdul Qodir Al Jaelani mendapat sebutan Muhidin. Di suatu Jumat pada 511 Hijriyah syekh Abdul Qodir al-jailani sedang berjalan dan melintasi seorang tua lumpuh yang memberi salam kepadanya dan meminta tolong supaya membantunya bangkit berdiri. Setelah beliau membantu orang tersebut bangkit keadaan orang tua itu membaik dan pulih sepenuhnya orang tersebut berkata pada syekh Abdul Qodir Al Jaelani bahwa dia adalah agama Islam yang telah dilupakan manusia, dan beliau telah membantunya untuk bangkit kembali titik setelah kejadian ini syekh Abdul Qodir Al Jaelani mendatangi sebuah majelis di masjid dan masyarakatnya menyapanya dengan sebutan muhyidin atau pembangkit agama padahal sebelumnya ia tidak pernah dipanggil dengan sebutan ini.

    Semua penulis biografi syekh Abdul Qodir Al Jaelani mengagumi karomah beliau. Dokter Muhammad Harun dari Rasya academy Inggris telah mendeskripsikan karomah karomahnya secara mendetail dalam, The world importance off Al ghaust Al hazam hadharat seykh Muhidin syekh Abdul Qodir Al Jailani. Untuk memperoleh barokah marilah kita mengingat kembali sebuah karomah yang berkenan dengan bulan suci Ramadan dikisahkan bahwa pada saat itu cuaca mendung bulan baru belum tampak, dan orang-orang bingung apakah sudah saatnya bagi mereka berpuasa ataukah belum. Mereka bertanya kepada Ummul Khoir dan bertanya apakah bayinya menyusu hari ini.  karena sang bayi tidak menyusu orang-orang berkesimpulan bahwa mereka harus mulai berpuasa Ramadan sang ibu menjelaskannya wahai putraku Abdul Qodir lahir di bulan Ramadan meski bagaimanapun aku memaksa dia tidak mau menyusu pada siang hari. sejak bayi dia tidak mau makan pada saat siang bulan puasa. 

   Seykh Ahmad Dabbast telah meramalkan bahwa suatu hari syekh Abdul Qodir Al Jailani akan mendapatkan perintah Allah untuk membuat pernyataan yaitu kaki beliau ada di atas tengkuk semua wali Allah. Ramalan ini menjadi kenyataan yaitu ketika suatu hari syekh Abdul Qodir Al Jailani membuat pernyataan tersebut dihadapan sebuah majelisnya yang dihadiri lebih dari 40 masehi Irak, bahwa kakinya ada di atas tengkuk semua wali Allah semua masayi baik yang hadir maupun yang berada di tempat yang jauh mengakui dan mematuhi pernyataan ini. Quthbb Al Irsyad Imam Abdullah bin Alawi Al Haddad menyatakan kebenaran ini dalam qasha'id nya.

Apa yang ada dalam pikiran anda tentang hal ini. Apakah anda meyakini tentang kisah seykh Abdul Qodir Al Jailani yang tertulis di sini bahwa ini memang benar adanya.

Jika anda memiliki pandangan yang berbeda tentang hal ini mohon sampaikan saran dan kritik melalui kolom komentar.

Wajib..! Tetap gunakanlah kebijakan bahasa dalam berkomentar

  




Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)