Pertanda Alloh sayang kepada Hambanya Dibalik Musibah yang kita Hadapi

By : S.A.Mingin
0

"Sang Mentari" Pertanda Alloh sayang kepada hambaNya kehidupan manusia dalam kesehariannya tentu semua orang terkadang mengalami yang namanya kebahagiaan tertawa hingga terbahak-bahak begitu juga sebaliknya terkadang kita bersedih dan terlarut dalam kesedihan itu sehingga kita bisa menangis hingga tersedu-sedu karena kesedihan yang dialaminya, namun Apakah ini pertanda Allah itu sayang sama kita dengan cobaan yang kita hadapi atau ketidakadilan atas musibah yang kita hadapi, simak artikel berikut ini karena di sini saya akan menjelaskan tentang sebuah nasehat qolbi pertanda Allah itu sayang kepada hambaNya dengan musibah yang dihadapinya.


Beban hidup yang berat


Simak ayat berikut ini 

وَلَتَبْلُونَكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا اللَّهَ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ . أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ .


Artinya; sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar yaitu orang-orang yang Apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, innalillahi wa inna ilaihi rojiun mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk" QS.Al Baqarah ayat 155-157.


Nasihat; 

  Hidup memang tidak selamanya berjalan mulus. Sekali waktu di atas lain waktu di bawah. Sekali waktu hidup dengan kemewahan dan lain waktu hidup dengan kemiskinan. Pagi ini kita tertawa terbahak-bahak karena mendapat pujian, sore hari kita menangis terisak-isak karena digosipkan atau difitnah, ataupun oleh kesedihan musibah yang lain. 

  Allah memang sengaja memberikan ujian kepada hamba-hambanya untuk mengetahui sejauh mana keteguhan iman hambanya itu. Bagi yang beriman ujian atau musibah dari Allah itu bukanlah sebagai pertanda ketidakadilannya akan tetapi justru ujian baginya yang merupakan pertanda Tuhan memperhatikannya dan Tuhan sayang terhadapnya sehingga musibah itu justru nikmat yang harus disyukuri. 

  Meskipun musibah yang datang bertubi-tubi akan tetapi dia tetap sabar dan tidak akan mengeluh. Karena dia sadar segalanya dari Allah dan kembali kepadanya. Jadi musibah darinya dan penyelesaiannya pun ada padanya. Maka jalan terbaik adalah terus-menerus berharap meminta solusi dari Allah sendiri dan dia tidak akan pernah mencari solusi dari sesama makhluk. 


  Berkaitan dengan musibah ini Ibnu Katsir mengatakan, "barang siapa yang ditimpa musibah kemudian ia menyadari bahwa hal itu terjadi atas qadha dan takdir Allah lalu ia bersabar dan mengharapkan pahala atas kesabarannya itu, serta menerima keputusan yang telah ditetapkan oleh Allah terhadap dirinya maka Allah akan memberikan petunjuk ke dalam hatinya dan akan menggantikan apa yang telah hilang dari dirinya di dunia dengan petunjuk dan keyakinan di dalam hatinya. Terkadang Allah subhanahu wa ta'ala mengganti apa yang telah diambil nya atau menggantikan dengan yang lebih baik dari itu". Dalam hadis yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: 

عجبا للْمُؤْمِن لا يقضى اللَّهُ لَهُ قَضَاء إِلا كَانَ خَيْرًا لَهُ إِنْ أصابته ضراء صبر فكانَ خَيْرًا لَهُ وَ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاء شكر فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَلَيْسَ ذَلكَ لأَحَدٍ إِلا لِلْمُؤْمِنِ.

 رواه البخاري ومسلم

Yang artinya; "sungguh menakjubkan keadaan orang mukmin itu. Allah tidak menetapkan suatu keputusan baginya melainkan keputusan itu adalah yang terbaik baginya. Jika ditimpa kesusahan ia akan bersabar dan yang demikian itu lebih baik baginya. Jika mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka yang demikian itu adalah baik baginya. Dan hal tersebut tidak akan menjadi milik seorangpun kecuali orang mukmin". H.R. Bukhori dan Muslim.


وَضَرَبَ اللهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ عَامِنَةٌ مُطْمَنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانَ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الجوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Yang artinya; "Dan Allah telah membuat sesuatu perumpamaan dengan sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat".


Negri yang hancur 



Nasihat ; 

  Jangan kita termasuk dalam kategori negeri yang dimaksudkan oleh Allah dalam ayat ini. Atau jika tidak setidak-tidaknya kita bagian dari penduduk negeri yang sebenarnya telah menikmati limpahan nikmatnya namun karena terlalu nikmat kita pun lupa mensyukurinya. Ibarat seekor ikan yang dimasukkan dalam sebuah akuarium. Iya begitu menikmati hidupnya dan tidak perlu berusaha bersusah payah mencari makanan, karena setiap saat si pemiliknya selalu memberikan makanan kesukaannya. 

  Demikian juga dengan kita titik kita hidup dalam sebuah akuarium mahal luas, di mana rezeki kita dipenuhi oleh sang pemilik akuarium atau Allah subhanahu wa ta'ala. Kita pun tidak sadar bahwa setiap saat kita diberi makan oleh Allah SWT. Karena Allah tahu bahwa kita sangat membutuhkan itu. Namun kita lupa menyatakan terima kasih kepadanya karena kita menganggap apa yang telah dinikmati ini masih kurang dan tidak memuaskan. Setiap saat kita pun hanya menggerutu dan menggerutu. Padahal meminjam kata-kata seorang penyihir Abu Tamam, " betapa banyak nikmat Allah yang ada padanya namun ia laksana di tempat asing dan tawanan". 

   Seseorang baru sadar betapa ia sebenarnya telah memperoleh banyak nikmat manakala Allah mencabut nikmat itu. Namun semuanya terlambat. "Semua itu terjadi kata Allah,"karena ulahmu sendiri sehingga tak ada jalan lain yang ditawarkannya selain kamu bersikap sabar dan bertakwa".Q.S.Ali Imran ayat 186.


Sang Mentari 

Terima kasih atas kunjungan anda semoga ini bermanfaat untuk kita semua dan mendapatkan rahmat Taufik serta hidayah dari Allah subhanahu wa ta'ala. Sehingga kita termasuk orang yang beruntung yang terselamatkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dunia dan akhirat 

Jika anda memiliki saran kritik ataupun masukan silakan kirim melalui kolom komentar, tetap gunakanlah kebijakan bahasa dalam berkomentar. 

Ikuti kami untuk mendapatkan informasi  menarik dan terbaru dari kami.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)